Warisan Cita Rasa Asli, Dedikasi & Inovasi, Tercipta dari Tradisi.
TEMBAKAU, YANG MERUPAKAN NAMA UMUM UNTUK TUMBUHAN BERBUNGA DARI GENUS NICOTIANA, YANG BERASAL DARI AMERIKA.
Tembakau mengandung zat yang disebut nikotin, yang membantu merangsang aliran darah ke otak; itulah tujuan utama merokok tembakau, seperti tembakau linting yang diproduksi oleh perusahaan kami.
Manusia telah merokok tembakau selama berabad-abad; penghuni asli benua Amerika menemukan kegunaan tembakau melalui berbagai macam cara. Pada akhirnya mereka berhasil tahu bahwa tembakau memiliki beberapa efek positif pada tubuh. Tembakau biasanya digunakan untuk acara-acara khusus, seperti ritual keagamaan dan memperingati perayaan penting. Di Indonesia, banyak suku menggunakan tembakau linting tangan dalam upacara adat, seperti di Papua dan Bali.
Penyebaran tembakau ke benua lain dimulai ketika penjelajah Eropa menemukan benua Amerika, dan memulai proses pertukaran Kolombia (terinspirasi namanya dari petualang Christopher Columbus,) yang merupakan salah satu nahkoda termahsyur selama zaman eksplorasi di abad ke-15 Masehi. Segera setelah itu, tembakau mulai tersebar dan ditanam di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Negara tropis tempat kami berada ini memiliki kondisi tanah dan iklim yang cocok untuk pembudidayaan tanaman tembakau.
Tidak lama setelah penjajahan oleh VOC, penduduk asli Indonesia mulai bercocok tanam & mengkonsumsi tembakau hingga hari ini. Indonesia menjadi salah satu produsen dan konsumen terbesar produk-produk yang terkait dengan tembakau di dunia seperti tembakau shag, rokok, dan cerutu. Terdapat fakta unik penggunaan tembakau shag di antara para nelayan di wilayah pesisir Indonesia dimana mereka menggunakannya untuk melepaskan lintah.
Tembakau Asapan adalah metode tradisional yang telah dipraktikkan selama berabad-abad, terutama di Kentucky (AS) dan Italia. Daun tembakau digantung di dalam gudang lalu dikeringkan menggunakan asap hasil dari pembakaran kayu dan sekam padi. Proses ini dapat berlangsung selama 3 hingga 10 minggu, tergantung pada jenis kayu yang dipakai dan kondisi cuaca.
Tembakau Hang tidak menggunakan asap atau panas buatan. Daun tembakau digantung di lumbung dengan ventilasi alami, sehingga daun mengering secara perlahan dengan bantuan sirkulasi udara. Proses ini biasanya berlangsung 4 hingga 8 minggu, tergantung iklim dan kelembapan. Karena tidak menggunakan asap atau panas tinggi, tembakau yang dihasilkan memiliki rasa yang lebih netral dengan kandungan nikotin yang relatif tinggi.
Tembakau Virginia didapat lewat metode pengeringan modern yang paling banyak digunakan, terutama untuk produksi rokok. Proses ini melibatkan pemanasan tidak langsung: daun tembakau ditempatkan di dalam gudang yang dilengkapi cerobong asap (pipa) yang menyalurkan panas dari tungku eksternal. Daun tembakau tidak terpapar api atau asap langsung. Metode pengeringan ini jauh lebih cepat, hanya membutuhkan waktu 5 hingga 7 hari, dengan suhu yang dikontrol secara cermat, dimulai sekitar 35°C dan secara bertahap meningkat hingga 77°C.
Putera Djaja Widjaja, didirikan pada tahun 1970, adalah salah satu produsen tembakau shag terkemuka di Indonesia, terkenal dengan merek andalannya Tembakau Shag 87, menggabungkan tradisi dan teknik modern untuk menghasilkan produk tembakau berkualitas premium yang dipercaya oleh konsumen setia.